Informasi

Membaca Peluang Investasi di Tahun Politik di FEB Unisma

Rabu, 18 April 2018 - 13:55 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

Memperingati Dies Natalis ke 37 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang menggelar Seminar Pasar Modal dengan tema “ Strategi Investasi Cerdas di Pasar Modal Indonesia Memasuki Tahun Politik 2018-2019.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang Nur Diana, SE, M.Si menyatakan bahwa kegiatan seminar ini sangat penting dalam memberikan wawasan dan edukasi mahasiswa kondisi pasar modal Indonesia yang saat ini sedang gonjang-ganjing terkait pilkada serentak sebanyak 171 Pilihan kepala daerah, palagi tahun 2019 Indonesia menggelar pesta demokrasi untuk pemilihann orang No. 1 di Indonesia sebagai pemimpin bangsa.

Peristiwa politik ini tentunya memicu perubahan harga dan volume perdagangan di bursa efek karena peristiwa-peristiwa politik berkaitan erat dengan kestabilan perekonomian negara. Stabilitas politik yang diikuti dengan kestabilan kondisi ekonomi akan membuat para investor merasa aman untuk menginvestasikan dananya di pasar modal. "Oleh karena itu, investor umumnya akan menaruh ekspektasi terhadap setiap peristiwa politik yang terjadi dan ekspektasi mereka akan tercermin pada fluktuasi harga ataupun aktivitas volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia," papar.

Terkait pembekalan mahasiswa di bidang pasar modal Nur Diana mengatakan FEB UNISMA memiliki Galeri Investasi sebagai sarana praktik mahasiswa untuk melakukan trading di bursa, sekolah pasar modal dengan narasumber praktisi dari BEI, perusahaan sekuritas, OJK dan sebagainya. Disamping itu untuk menjadi pelaku pasar modal FEB UNISMA bekerjasama ngan TICMI dalam rangka ujian sertifikasi pelaku pasar modal.

Sehingga dengan berbagai bekal yang demikian rupa kami berharap lulusan kami memiliki keunggulan kompetitif di dunia kerja.Beliau juga menambahkan komitmen FEB UNISMA untuk menggelar kegiatan bersifat ilmiah dalam rangkaian kegiatan Diesnya ke 37 sehingga beberapa kegiatan dalam 1 pekan kedepan agendanya meliputi Seminar Internasional Global Taxation, Seminar Nasional dan Call for Paper Inovasi Bisnis dan Manajemen di Era Revolusi Industri 4.0, International Guest Lecture, Public Lecture, Alumni Goes to campus, Taklshow Sosiopreneur and Technoprenuer, Workshop. Disamping itu kami juga menggelar kegiatan yang mengexplore minat dan bakat mahasiswa seperti lomba dibidang seni, MTQ, Pidato, debate competision dibidang ekonomi Islam, Olimpiade akuntansi, diklat jurnalistik dan lainnya.

Dalam paparannya Imam Subekti PhD menyampaikan berbagai alternative investasi di pasar modal sepeti menabung saham, rekasadana dan menabung di bank. Disamping itu beliau juga memaparkan secara teoritis tentang strategi investasi agar mberikan potensi return yang menguntungkan di tahun politik serta model-model analitisis teknikal dan fundamental yang digunakan saat akan berinvestasi. Sedangkan Wawan Setyawan ( Mirae Asset Sekuritas Indonesia) banyak menyampaikan seacara praktis tentang kiat kiat investasi cerdas di pasar modal. Ia memaparkan bahwa investasi di pasar modal bukan merupakan kegiatan yang sulit, Acara ini selenggarakan di Hall Abdurahman Wahid Gedung pascasarjana lantai 7 pada hari selasa pukul 9.00 s/d selesai yang dihadiri 500 peserta dari dosen dan mahasiwa

Pasar modal mempunyai peran penting dalam menunjang perekonomian di suatu negara. Di samping itu, pasar modal dapat mendorong terciptanya alokasi dana yang efisien, karena dengan adanya pasar modal maka investor dapat memilih alternatif investasi yang memberikan return yang paling optimal. Sebagai suatu instrumen ekonomi, pasar modal tidak lepas dari berbagai pengaruh lingkungan, baik lingkungan ekonomi maupun lingkungan non-ekonomi.

Pengaruh lingkungan ekonomi dapat berupa kinerja perusahaan, perubahan strategi perusahaan, pengumuman laporan keuangan atau dividen perusahaanSedangkan pengaruh lingkungan non-ekonomi salah satunya dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa politik, seperti adanya Pemilihan Presiden, Pemilihan Legislatif, pergantian pemerintahan dan peristiwa politik lainnya kerap menjadi pemicu fluktuasi harga saham di bursa efek.

Peristiwa-peristiwa politik sangat mempengaruhi harga dan volume perdagangan di bursa efek karena peristiwa-peristiwa politik berkaitan erat dengan kestabilan perekonomian negara. Kondisi politik yang stabil cenderung meningkatkan kinerja ekonomi suatu negara. Hal ini dikarenakan rendahnya risiko kerugian yang diakibatkan oleh faktor non-ekonomi, sehingga adanya peristiwa politik yang mengancam stabilitas negara seperti pemilihan umum, ataupun berbagai kerusuhan politik, cenderung mendapat respon negatif dari pelaku pasar.

Stabilitas politik yang diikuti dengan kestabilan kondisi ekonomi akan membuat para investor merasa aman untuk menginvestasikan dananya di pasar modal. Oleh karena itu, investor umumnya akan menaruh ekspektasi terhadap setiap peristiwa politik yang terjadi dan ekspektasi mereka akan tercermin pada fluktuasi harga ataupun aktivitas volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

Tahun 2018 dan 2019 Indonesia akan menggelar pesta demokrasi terbesar sepanjang sejarah. Hal ini seiring dengan digelarnya 171 Pilkada yang terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten.Belum lagi, pada 2019 mendatang Indonesia pun akan kembali melakukan pemilihan umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden (Wapres). Kemungkinan, aura jelang pemilu Presiden danWapres sudah mulai terasa tahun 2018 ini. Bahkan dampak dari pilkada dan pilpres mulai terasa pada semester kedua tahun 2018 ini. Hal ini tampaknya memunculkan peluang dan risiko investasi di pasar Modal.(*)