Informasi

UNISMA TAWARKAN POTENSI ISLAM DAMAI PADA TIMUR TENGAH

Selasa, 07 November 2017 - 15:52 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

Universitas Islam Malang menunjukkan langkah kongkret dalam pengembangan kampus menuju World Class University. Kali ini kampus berbasis NU ini dengan menggandeng Direktorat Timur Tengah - DirJen Asia Pasifik dan Afrika – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Kedua instansi ini menggelar seminar bertajuk Indian Ocean Rim Association (IORA) dan Masa Depan Hubungan Indonesia – Timur Tengah: Meretas Kemitraan Strategis Trans-Hindia. 

“Kami menyelenggarakan seminar di Universitas Islam Malang ini bukan tanpa alasan. Kami melihat perkembangan yang sangat dinamis di sini. Baik dari program studi, program-program penelitan dan beberapa program yang khas. Ke depannya semoga akan terbangun kerjasama yang solid antar Kementerian Luar Negeri dan Unisma Diberbagai aspek,” ungkap Sunarko, direktur Timur Tengah Kementrian Luar Negeri Kemenlu RI. Rektor Universitas Islam Malang Prof Dr H Maskuri, M.Si mengatakan bahwa Kementerian Luar negeri saat ini sedang memerlukan berbagai masukan kebijakan serta strategi terkait dengan bagaimana membangun Indonesia dengan timur tengah. “Indonesia memiliki isu yang sangat strategis dengan Islam Rahmatan lil Alamin-nya. Selain itu juga tradisi saling menghormati di negara kita ini, tradisi saling menghormati perbedaan suku, ras dan juga golongan yang menjadi cirri khas negara kita,' ujarnya.

Berbeda dengan wajah negara di Timur tengah yang penuh dinamika, bahkan saling berperang meskipun itu sesama negara muslim. Indonesia memiliki potensi yang sangat strategis mulai dari destinasi wisata hingga banyaknya jumlah lembaga pendidikan yang ini pun di pengaruhi dari besarnya jumlah angka penduduk di Indonesia. "Bebagai potensi ini tidak bisa di abaikan.” tegasnya. Maskuri berharap kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk bersinergi dan saling menguatkan kelembagaan. Dalam seminar itu juga dihadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya. Di antaranya, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo (dosen Unisma dan Praktisi Pengembangan kerjasama Timur Tengah), Prof. Dr. Hj. Nurhajati , SE.,M.S. (Kadin Malang dan Guru Besar Fak. Ekonomi Unisma) serta Direktur Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri RI Sunarko.

Seminar itu juga mengulas secara rinci serba serbi hubungan bilateral antara Indonesia dan negara timur tengah. Sunarko menjelaskan, bahwa Indian Ocean Rim Association (IORA) adalah pelopor dan satu-satunya organisasi regional di wilayah Samudera Hindia. Samudera Hindia berperan strategis terutama untuk ekonomi dunia dimana terhubungnya perdagangan internasional dari Asia ke Eropa dan sebaliknya. Dasar dalam pengembangan kerja sama yang saling menguntungkan melalui pendekatan konsensus antar negara anggota.

IORA berdiri berdasarkan pada pilar-pilar ekonomi, keamanan, dan keselamatan maritim, dan pendidikan serta kebudayaan. Prioritas kerja sama dalam IORA adalah: (i)  Keselamatan dan Keamanan Maritim; (ii) Fasilitasi Perdagangan; (iii) Manajemen Perikanan; (iv) Manajemen Risiko Bencana Alam; (v) Kerja Sama Akademis dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; (vi) Pertukaran Kebudayaan dan Pariwisata. Di luar prioritas tersebut, IORA juga mengangkat dua buah cross cutting issues yaitu Blue Economy dan Women Empowerment. Turut Hadir Dalam acara yang di laksanakan di Ruang Seminar KH. Hasyim Asy’ari, Gedung Ustman Bin Affan lantai 7. Segenap Civitas Akademika Universitas Islam Malang, Ketua Kamar dagang dan industry Kota malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia, Ketua KNPI dan Ketua FKUB. Beberapa waktu yang lalu unisma mendapatkan penghargaan dari Indonesian Achievement and Best Performing Award 2017 dalam kategori The Best Perfoming University of The Year. Penghargaan tersebut diberikan kepada Unisma berkat percepatan yang dilakukan kampus ini dalam dua tahun terakhir.