Informasi

OSHIKA MABA UNISMA 2017 MERIAH

Senin, 11 September 2017 - 21:31 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

Penguatan karakter ideologi Pancasila akan menjadi tema besar dalam orientasi studi dan kehidupan kampus mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma). Harapannya, apapun yang  ingin merubah ideologi akan ditangkis oleh komitmen sejak dini mahasiswa baru Unisma.

Senin (4/9) kemarin, sebanyak 3.887 mahasiswa baru Unisma mengikuti  Oshika Maba yang dibuka Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, beserta Wakil Rektor dan Jajaran Pengurus Yayasan. mereka merupakan mahasiswa yang dipilih dari 7431 pendaftar.

Wakil Ketua Yayasan Unisma, Dr. Ilyas Tohari berharap, para mahasiswa baru dapat memasuki dunia baru dengan penuh kemandirian dan tanggung jawab. Bila kehidupan di kampus dijalani dengan semangat yang sungguh-sungguh, maka akan membuahkan keberhasilan.

“Mahasiswa baru juga harus terus meningkatkan ketertiban, kedisiplinan dan istiqomah. Didampingi niat yang baik, maka akan membuahkan prestasi yang barokah,” kata Dr. Ilyas Tohari.

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menegaskan, kemajuan teknologi informasi telah menghasilkan pola hidup baru dan kemudahan komunikasi secara real time. Bersamaan dengan itu, semakin tingginya kesadaran akan hak asasi manusia melahirkan nilai-nilai kemanusiaan untuk mengangkat harkat dan martabat yang harus dianut dan dijunjung tinggi.

“Oleh karena itu, kita harus siap dengan berbagai kompetisi dan keahlian, profesionalisme dan karakter yang kuat sebagai penyerta kompetisi dan profesionalisme itu sendiri. Unisma yang didirikan oleh ulama, tentu kental dengan berbagai perubahan, maka harus disokong oleh karakter bijak, berani, mandiri, sikap professional dan sikap membangun suatu kehidupan,” urainya.

Wakil Rektor III bidang Keagaman, Kemahasiswaan dan Publikasi, Dr. Ir. H. Badat Muwakhid, MP menambahkan, selama Oshika Maba akan dilatih yel-yel untuk menguatkan komitmen terhadap pancasila.

“Nantinya akan dibuat formasi tertulis NKRI Harga Mati dan merah putih berkibar. Maknanya, NKRI tidak boleh dirubah warnanya,” ujarnya. Di hari ketiga nanti, seluruh mahasiswa Unisma Unisma beserta dosen dan karyawan akan hadir untuk deklarasi penetapan bela negara dengan melakukan penandatanganan di sebuah kain raksasa.

“Kurang lebih sekitar 12.500 orang akan bertanda tangan di kain selebar tiga meter dan sepanjang gedung ini. Hal ini sudah didengar oleh MURI sebagai suatu hal yang khas, spesifik, baru dan akan masuk dalam pemecahan rekor MURI dengan tajuk penandatanganan bersama sebagai upaya mempertahankan ideologi Pancasila yang dilakukan oleh masyarakat kampus terbanyak,” katanya.

Sebanyak 3.887 mahasiswa baru Unisma berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, menunjukkan gaung Unisma yang terkenal hingga ke penjuru negeri. Tak hanya itu, Unisma juga mendapatkan mahasiswa dari Somalia, Timur Leste, Singapur, dan Thailand. “Sudah mulai tiga tahun ini kami ada mahasiswa asing. Dengan peningkatan kualitas dan giat melakukan beberapa kali pameran pendidikan di negara mereka, sekarang ini telah berdatangan mahasiswa baru dari negara-negara maju ASEAN,” sambungnya.