Informasi

FE UNISMA GELAR SEMINAR INTERNASIONAL TREN GLOBAL PRIVATISASI

Selasa, 22 Desember 2015 - 06:04 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

MALANG. Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar seminar internasional bertajuk “Tren Global dalam Privatisasi” (Global Trends in Privatization), Senin, 21/12/2015. Pembicara kunci dalam seminar tersebut adalah Prof. William Megginson, dari Universitas Oklahoma, Amerika Serikat.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menyatakan bahwa kegiatan seminar internasional tersebut merupakan upaya untuk mendekatkan Unisma, khususnya FE, pada isu global yang sedang menjadi sorotan dunia. “Masyarakat akademis adalah masyarakat yang selalu tanggap terhadap kejadian dan tren yang sedang berlangsung secara mendunia. Unisma harus ambil bagian di situ, termasuk FE yang sigap melakukan diskusi akademik dan membahas kecenderungan global dalam privatisasi, salah satu isu strategis dewasa ini.” Kata Rektor Unisma. Ia mengingatkan agar seluruh civitas akademika bergerak dinamis dan selalu membawa perubahan baru bagi kampus yang saat ini tengah merayakan Lustrum ke VII tersebut. Senada dengan Rekor Unisma, Dekan FE, Nur Diana, SE, M.Si mengatakan bahwa seminar internasional yang dilaksanakan ini merupakan upaya mengedukasi masyarakat akademis, khususnya di bidang finansial global.

Seminar yang dihadiri 350 peserta tersebut berlangsung lancar. Peserta datang dari berbagai kalangan, mulai praktisi keuangan di pasar modal, investor, juga pemerhati ekonomi mikro maupun makro, dan mahasiswa FE Unisma. Materi yang dipaparkan oleh Prof Megginson, yang juga merupakan kepala keuangan di Saudi Aramco, Universitas Raja Fahd, Saudi Arabia, dan Direktur Eksekutif Privatization Barometer, menarik dan informatif. Ia menyampaikan sejarah dan rasional tentang privatisasi yang berlangsung mulai tahun 70 an hingga saat ini.

Dampak dari privatisasi, menurut Prof. Megginson ada empat, yakni mengurangi peran negara secara signifikan, terjadinyatranformasi dalam transisi ekonomi, berpengaruh banyak terhadap negara berkembang, baik di Afrika maupun Amerika Latin, dan berpengaruh pada pertumbuhan India, China, dan negara macan Asia lainnya. Menjawab pertanyaan peserta, bidang bisnis apa saja yang saat ini sebaiknya diprivatisasi, ia menjawab bahwa transportasi, khususnya industri penerbangan, kereta api, perbankan, dan teknologi informasi dan komunikasi. Tetapi ia juga mengingatkan bahwa sebaiknya privatisasi dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku di tiap negara. “Proteksi dari negara terhadap industri tertentu, tak boleh diabaikan.”Pungkasnya.